Genre Novel Sastra Cyberpunk

Cyberpunk merupakan salah satu Genre Novel Sastra yang mulanya merupakan subgenre fiksi ilmiah, dan kini telah menjadi genre sendiri dengan sub-genre beragam. Tagline Cyberpunk adalah lowlife and high tech.

Jika kamu menyukai sci-fi, atau sesuatu yang bernuansa futuristik dan teknologi yang telah berkembang, ada kemungkinan kamu pasti sudah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar istilah cyberpunk.

Cyberpunk sendiri di Indonesia tak begitu banyak yang berminat karena pembaca hanya mengenal beberapa jenis genre, juga masih sedikit platform membaca novel daring yang menampilkan genre cyberpunk.

Kurangnya minat pembaca terhadap Genre Cyberpunk biasanya menyinggung selera pasar, atau bisa jadi, pembaca menganggap Cyberpunk ini sebagai fiksi ilmiah saja.

Karena cyberpunk memang mulanya tergolong sebagai sub-genre fiksi ilmiah atau fantasi ilmiah.

Genre Cyberpunk 

Genre Turunan Cyberpunk merupakan subgenre dari genre cyberpunk. Mulanya, cyberpunk adalah subgenre dari Genre Fiksi Ilmiah dan Fiksi Spekulatif dengan latar belakang dunia distopia.

Distopia menurut KBBI merupakan gambaran dunia yang kacau, sangat buruk, dan tidak menyenangkan. Orang-orang di dalamnya merasa tidak bahagia dan penuh ketakutan.

Berdasarkan informasi dari Britannica, Cyberpunk fokus pada “kombinasi kehidupan masyarakat kelas bawah dan perkembangan teknologi yang pesat” dengan menampilkan bentuk teknologi dan ilmiah futuristik, seperti:

  • Kecerdasan buatan 
  • Kehidupan sehari-hari dengan pengaruh perubahan teknologi yang cepat, 
  • Data informasi terkomputerisasi di segala bidang, dan
  • Modifikasi tubuh manusia

Meskipun telah memiliki teknologi yang berkembang, biasanya kehidupan masyarakat di dunia cyberpunk mengalami keruntuhan atau pembusukan masyarakat.

Sebagian besar genre novel cyberpunk berakar pada gerakan fiksi ilmiah Gelombang Baru (New Wave) di tahun 1960-an dan 1970-an yang berlangsung di Amerika Serikat.

Penulis era Gelombang Baru berusaha menghadirkan dunia dengan masyarakat yang mulai menghadapi pergolakan teknologi dan budaya baru di dunia distopia.

Latar Belakang Genre Cyberpunk

Sosok Bruce Bethke lah yang pertama kali menciptakan istilah Cyberpunk dalam cerita pendek berjudul “Cyberpunk” di sebuah majalah yang terbit tahun 1983 pada edisi Amazing Science Fiction Stories.

Penemuan istilah ini menggabungkan akar teknologi (cyber) dan kata-kata yang berhubungan dengan pemuda yang memiliki arah sosial sendiri (punk). 

Bruce Bethke, tentu saja bukan pencipta fiksi cyberpunk, dia hanya menemukan sebuah kata yang menggambarkan genre sci-fi dengan ciri khas baru sebagai Cyberpunk.

Istilah Cyberpunk kemudian menjadi label yang juga tersemat ke karya William Gibson, Bruce Sterling, Pat Cadigan dan penulis lain-lain. 

Cyberpunk
Buku Neuromancer yang dijadikan Antologi

Kemudian, Bruce Sterling terpilih menjadi sosok Ideolog utama pada gerakan tersebut, berkat fanzineCheap Truth” yang rilis tahun 1980-an.

Cyberpunk dianggap Sebagai Genre Novel

Sementara itu, banyak orang menganggap novel karya John Brunner, berjudul The Shockwave Rider sebagai novel cyberpunk karena mengandung banyak kiasan yang berkaitan cyberpunk. Pertama kali terbit di tahun 1975, sekitar lima tahun sebelum istilah cyberpunk itu sendiri populer berkat editor Dozois.

Novel karangan William Gibson berjudul Neuromancer yang terbit tahun 1984 membuat sosok Gibson di mata publik sebagai penulis cyberpunk paling terkenal. Hal ini karena William Gibson menekankan gaya, daya tarik, dan suasana baru. 

William Gibson pula, yang membuat cyberpunk kini termasuk sebagai Genre Novel.

Karya dan tulisan William Gibson pun termasuk sebagai suatu terobosan dan kadang-kadang sebagai “dasar cyberpunk”. Neuromancer pun lalu mendapatkan Penghargaan Hugo, Nebula, dan Philip K. Dick.  

Sejak awal, cyberpunk sering mendapatkan tanggapan sebagai penyimpangan radikal dari standar fiksi ilmiah. Tak lama kemudian, beberapa kritikus menantang status cyberpunk yang katanya sebagai gerakan revolusioner. 

Para kritikus ini mengatakan bahwa Fiksi Spekulatif era New Wave di tahun 1960-an yang menjadi akar genre cyberpunk jauh lebih inovatif dalam hal teknik dan gaya naratif.  

Banyak pula anggapan bahwa hampir semua ciri-ciri yang terkandung di karya cyberpunk sebenarnya sudah ada lebih dulu di dalam karya penulis yang lebih tua.  

Misalnya, karya Philip K. Dick berisi tema tentang kerusakan sosial, kecerdasan buatan, paranoia, dan garis samar antara realitas objektif dan subjektif. 

Penulis cyberpunk berpengaruh lainnya di antaranya; Bruce Sterling dan Rudy Rucker.

Sedangkan di Jepang, sub-genre cyberpunk memulai eksistensinya pada tahun 1982 dengan debut seri manga Akira karya Katsuhiro Otomo, yang kemudian beradaptasi menjadi film anime di tahun 1988.

Cyberpunk memang identik dengan urban Asia Timur, bahkan ada anggapan bahwa kota-kota besar di Asia Timur seperti Tokyo, Seoul, dan Beijing adalah Cyberpunk nyata yang gila!

Cyberpunk Sebagai Genre Novel

Genre Novel Cyberpunk biasanya mengkombinasikan unsur fiksi-kriminal dengan latar belakang dunia distopia yang telah mengalami perkembangan teknologi. Biasanya berlatar dunia penuh korupsi, komputer canggih, dan konektivitas internet yang mumpuni. 

Perusahaan raksasa telah menggantikan fungsi pemerintah sebagai pusat kekuatan politik, ekonomi, dan bahkan militer.

Genre novel cyberpunk memberikan pandangan dunia masa depan yang penuh masalah meskipun beberapa aspek dalam kehidupan telah berkembang menjadi lebih mudah dan lebih baik.

Cyberpunk kerap disandingkan sebagai lawan dari penggambaran cita-cita dunia masa depan dengan sistem sosial politik yang sempurna, seperti di dunia utopia—lawan dari distopia.

Bahkan, cyberpunk sering menjadi media olok-olokan penggambaran cita-cita yang populer di tahun 1940 – 1950-an tentang perdamaian dunia pasca perang. 

Novel cyberpunk berjudul Neuromancer, karya William Gibson memperkuat pengaruh cyberpunk sebagai genre, novel itu menampilkan pengaruh budaya dari punk dan hacker.

Beberapa tulisan cyberpunk banyak menampilkan aksi yang terjadi secara online atau di dunia virtual. 

Novel cyberpunk memudahkan batas antara realitas nyata dan virtual yang menghubungkan langsung antara otak manusia dan sistem komputer. 

Elemen Genre Cyberpunk

Elemen Cyberpunk dalam sebuah genre turunan atau sub-genre cyberpunk memiliki susunan yang berbeda, tetapi secara garis besar biasanya mengandung elemen cerita yang sama seperti berikut: 

  • Menceritakan Masa Depan
  • Setting yang Kacau 
  • Teknologi
  • Sosial
  • Kebudayaan
  • Punk

Daftar Turunan Cyberpunk

Setelah cyberpunk menjadi sebuah genre, maka turunannya menjadi subgenre cyberpunk.

Turunan Cyberpunk terbagi menjadi 21 jenis dengan 4 pengelompokkan. Pembagian ini membedakan tokoh, pokok pembahasan, dan latar belakang. Berikut di antaranya:

Cyberpunk Futuristik

Sub-genre ini fokus pada pemasalahan dan penggambaran kehidupan manusia di masa depan dengan teknologi yang berkembang lebih daik dari masa sekarang.

  • Biopunk : Penyalahgunaan DNA dan yang berbau Biologis.
  • Nanopunk : Penyalahgunaan teknologi atau hal-hal yang bersifat nano.
  • Post-cyberpunk : Tokoh yang beperan bukan dair kalangan bawah.
  • Cyber Noir : Dunia kriminal dan detektif yang menggunakan teknologi
Cyberpunk Futuristik
Elemen Cyberpunk Futuristik

Cyberpunk Retro-Futuristik

Sub-genre ini fokus pada pemasalahan dan penggambaran kehidupan manusia di masa lalu. Kehidupan dengan teknologi yang berkembang lebih daik dari masa yang telah kita ketahui saat ini.

  • Steampunk : Menggabungkan teknologi retrofuturistik dan estetika yang terinspirasi dari industri mesin uap abad ke-19.
  • Clockpunk : Memasukkan teknologi retro-futuristik yang sering kali menggambarkan sains dengan teknologi era Renaisans; seperti jarum jam, roda gigi, dan desain mesin ala Da Vinci.
  • Dieselpunk : Estetika yang populer pada periode antar perang hingga akhir Perang Dunia II hingga 1950-an, ketika diesel menggantikan mesin uap.
  • Decopunk : Pelebaran bentuk dieselpunk yang lebih modern dengan elemen Seni Deco.
Cyberpunk retrofuturistik
Cyberpunk Retrofuturistik
  • Atompunk : Berhubungan dengan periode pra-digital 1945–1969. Modernisme abad pertengahan, era atom, jet dan luar angkasa, komunisme, gaya Neo-Soviet, dan spionase awal Perang Dingin.
  • Steelpunk : berfokus pada teknologi yang mengalami masa kejayaannya di akhir abad ke-20. Seperti perangkat keras di atas perangkat lunak, dunia nyata di atas dunia maya.
  • Formicapunk : merupakan subgenre cyberpunk yang menata ulang estetika awal 1980-an. Ciri khasnya adalah perangkat keras komputer yang populer pada awal perkembangannya.
  • Islandpunk : memanfaatkan teknologi berbasis pulau, seperti ranting, dahan, daun, tongkat dan kelapa.
Cyberpunk Retrofuturistik
Cyberpunk Retrofuturistik
  • Rokokupunk : mendorong sikap punk ke dalam periode Rococo, sebuah gaya arsitektur, seni dan dekorasi yang sangat dekoratif dan teatrikal.
  • Stonepunk : penggunaan teknologi pada zaman batu yang tergambarkan lebih modern.
Cyberpunk Retrofuturistik
Cyberpunk Retrofuturistik

Cyberpunk Science Fiction

Sub-genre cyberpunk yang menekankan peran teknologi, yang sangat berpengaruh di dalam cerita.

  • Raypunk : kehidupan, teknologi, makhluk atau lingkungan, yang sangat berbeda dari pemahaman di Bumi.
  • Nowpunk : kehidupan masa kini yang memiliki perkembangan mumpumi.
  • Cyberprep : kehidupan yang berbeda dari semua ciri-ciri cyberpunk, karena berlatar dunia utopia, atau dunia yang lebih damai, aman dan penuh kebahagiaan.
  • Solar punk : mendorong pandangan optimis tentang masa depan dengan mempertimbangkan masalah lingkungan saat ini, seperti perubahan iklim dan polusi [Ekologi], serta kekhawatiran tentang ketidaksetaraan sosial.
  • Lunar punk : lawan dari Solar punk, menggambarkan manusia sebagai makhluk pendatang yang menghancurkan alam dengan menggunakan teknologi.
Cyberpunk Sciene Fiction
Cyberpunk Sciene Fiction

Cyberpunk Fantasy

Subgenre yang lahir dari genre novel di luar Cyberpunk dengan kombinasi elemen cyberpunk.

  • Elfpunk : Subgenre urban fantasi, menggambarkan kehidupan makhluk mitologi kuno yang mulai menggunakan teknologi.
  • Mythpunk : Subgenre fiksi fantasi yang diambil dari cerita rakyat dan mitos, dengan penggambaran yang mulai modern.

Kesimpulan Cyberpunk :

Genre novel cyberpunk pada dasarnya berfokus pada lowlife and high tech atau kehidupan dan teknologi yang mumpuni. Dapat digabungkan dengan subgenre novel lain atau dengan turunanya.

Genre Cyberpunk banyak mengalami perkembangan dan pertentangan. Mulanya sebagai subgenre, kemudian menjadi genre novel. Tadinya hanya menggambarkan kehidupan sosial yang buruk dengan perkembangan teknologi, tetapi kini ada pula subgenre yang berlawanan dengan konsep awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.