Jakarta Sebagai Kota Sastra di Dunia oleh UNESCO.

Jakarta terpilih sebagai kota sastra di dunia pada 8 November 2021. 

Kota Sastra merupakan salah satu Program Kerja Jaringan Kota Kreatif yang terbentuk sejak tahun 2004 oleh UNESCO. Jakarta bersama 49 kota di dunia berhasil masuk ke dalam program Jejaring Kota Kreatif UNESCO ( UNESCO Creative Cities Network, UCCN).

Menurut UNESCO, Kota Jakarta adalah rumah bagi perpustakaan tertinggi di dunia, Perpustakaan Nasional Indonesia, yang tingginya 126,63 m (415 kaki) dan menampung 27 lantai koleksi dan ada kantor perpustakaan di dalamnya.

Tolok Ukur Penilaian Kota Sastra

Penilaian Kota Sastra dari sisi kualitas, kuantitas, dan keragaman penerbitan serta program pendidikan yang berfokus pada bidang sastra. 

Serta, peran dari aspek sastra lainnya berperan penting di kota seperti sastra, drama.dan puisi.

Tak hanya itu, keberadaan perpustakaan, toko buku, dan pusat kebudayaan publik atau swasta harus berperan dalam melestarikan, juga mempromosikan, dan menyebarluaskan sastra.

Selanjutnya, keterlibatan dunia penerbitan pada aktivitas menerjemahkan karya sastra dari berbagai bahasa nasional dan sastra asing.

Setelah itu, keterlibatan media tradisional maupun modern dalam mempromosikan sastra dan memperkuat pasar produk sastra. 

Terakhir, telah menyelenggarakan acara dan festival sastra yang mempromosikan sastra

Apa Alasan Jakarta Terpilih menjadi Kota Sastra?

Mendengar kata “Sastra”, mungkin banyak yang berpendapat bahwa Ibukota Negera Indonesia ini sebenarnya belum cocok berlabel sebagai Kota Sastra di dunia. 

Bagi beberapa orang, mungkin akan memilih Yogyakarta atau kota-kota lain yang rasanya lebih memiliki aspek-aspek sastra.

Maka, Apa Alasan Jakarta Terpilih menjadi Kota Sastra?

Eks-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era kepemimpinan awal Presiden Jokowi pada tahun 2014, Anies Baswedan sebagai Gubernur pada momen terpilihnya Jakarta sebagai Kota Sastra, memberikan penjelasan.

Sumber : Okezone Nasional

“Di kota inilah koran pertama berdiri, penerbit buku pertama berdiri, Balai Pustaka, dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) juga berdiri di Jakarta,” mengutip penjelasan Anies Baswedan.

“Hari ini, Jakarta (telah) menjadi tuan rumah dari 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit, dan 30% dari seluruh toko buku modern Indonesia ada di kota ini,” kata eks-mendikbud Indonesia tahun 2014 itu.

Sehingga, penjelasan dari Anies Baswedan selaku Gubernur DKI serta penjelasan dari Tolok Ukur Penilaian Kota Sastra di atas, maka kesimpulannya:

Bahwa, terpilihnya sebagai Kota Sastra berdasarkan kategori. Kota yang dulunya beranam Batavia ini, sebagai kota yang telah memiliki sejarah panjang dan memiliki potensi besar untuk peningkatan dan pengembangan sastra dan literasi.

Acara dan Festival Sastra di Jakarta.

Sebagai syarat menjadi Kota Sastra, setidaknya kota tersebut telah menyelenggarakan acara dan festival sastra yang mempromosikan sastra.

Berikut ini, beberapa Festival Sastra yang telah terselenggara di Jakarta.

Jakarta Content Week (Jaktent) : LitFest

Jakarta Content Week (Jaktent) adalah acara internasional yang terdiri dari konferensi, lokakarya, seminar, festival, dan pameran.

Jaktent akan menyatukan dan menampilkan Industri Kreatif yang berbeda, dengan fokus pada kawasan Asia Pasifik. 

Selenggara Jakarta Content Week tahun ini mulai dari tanggal 10 November hingga akhir tahun.

Jaktent bertujuan untuk membina dan memfasilitasi bisnis antara berbagai sektor kreatif dan daerah yang berbeda – dalam konferensi dan seminar – sedangkan aspek festival bertujuan untuk menarik, mendukung, dan menghibur masyarakat umum. 

Di dalam Festival Jaktent, ada program LitFest sebagai panggung sastra online Jaktent.

Di LitFest akan hadir banyak penulis terkenal internasional dan nasional. Mereka akan mengajak pengunjung dengan pembacaan, diskusi mendalam, dan talk show. 

Pembicara terkenal akan berbagi dan mendiskusikan berbagai topik, mulai dari sastra, terjemahan, hak cipta, dan sorotan pada bakat yang sedang naik daun di wilayah tersebut.

Indonesia International Book Fair (IIBF) 

IIBF atau Indonesia International Book Fair adalah pameran buku hybrid. Menggabungkan pameran buku, dan dukungan dengan beberapa program budaya serta pendidikan. 

IIBF bukan sekadar pameran buku.

IIBF adalah urusan buku yang diselenggarakan sebagai pertemuan untuk promosi internasional, transaksi, serta interaksi antara penerbit, penulis, pembaca, agen sastra, pustakawan, aktris, pendidik dan profesional industri kreatif lainnya di Indonesia.

Tahun ini, IIBF 2022 secara khusus bersamaan dengan penyelenggaran Kongres International Publishers Association (IPA) ke-33 pada 10-12 November 2022.

Jakarta International Literary Festival (JILF)

Jakarta International Literary Festival berdiri pada tahun 2019 dan merupakan festival tahunan yang berupaya untuk mempromosikan sastra Indonesia ke seluruh dunia

JILF adalah pegelaran festival sastra tahunan pertama di Taman Ismail Marzuki dari gagasan Dewan Kesenian Jakarta. 

Dewan Kesenian Jakarta adalah organisasi yang berdiri dari gagasan seniman-seniman Indonesia, yang secara resmi oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin, pada tanggal 17 Juni 1969.

Daftar Pustaka : Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia.

  1. Kemdikbud, DITPKLK. 2021. JAKARTA DINOBATKAN SEBAGAI KOTA SASTRA, akses 28 Mei 2022 pukul 13.05.
  2. CITIES OF LITERATURE : ABOUT THE CITIES OF LITERATURE, akses pada 28 Mei 2022 pukul 13.10
  3. Jaktent, LitFest. “LitFest”, akses pada 28 Mei 2022 pukul 13.54.
  4. IIBF, What is. 2022. What is IIBF, akses pada 28 Mei 2022 pukul 14:05
  5. Jakarta International Literary Festival, Wikipedia 2021, Jakarta International Literary Festival” akses pada 28 Mei 2022 pukul 15;00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.