POV dan Perspektif si Sudut Pandang dalam Novel.

POV dalam novel adalah singkatan dari Point of View, dalam bahasa Indonesia Point of View ini akan bermakna sebagai Sudut Pandang.

POV merupakan salah satu bagian dari Unsur Intrinsik Novel. Artinya, POV harus ada di setiap novel.

Sementara itu, ada pula arti lain dari Sudut Pandang di dalam novel, yaitu; Perspektif yang fungsinya juga sama penting di dalam novel.

Menariknya, Perspektif merupakan salah satu bagian dari Unsur Ekstrinsik Novel. Sehingga, Perspektif hanya digunakan untuk peran pengembangan tokoh atau Character Development.

Di titik ini, kita sudah memahami sedikit bahwa POV dan Perspektif di dalam novel memiliki pemahaman yang berbeda; meskipun kedua kata tersebut memiliki makna yang serupa, yaitu Sudut Pandang.

Pelan-pelan akan kita bahas, simak baik-baik. Apabila kamu memiliki pertanyaan atau komentar; silakan tulis di kolom komentar di bawah ini, ya.

Jadi …

Apa itu POV di dalam Novel?

POV akhir-akhir ini sering mucul di meme Facebook, thread Twitter, maupun konten TikTok.

POV yang tayang di hal-hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan sesuatu dari pandanganmu sebagai orang yang seakan-akan mengalami sesuatu seperti yang ada di meme, thread atau video.

Menurut Aminudin (1995:90) POV atau Sudut Pandang adalah cara si penulis atau pengarang novel menampilkan para tokoh atau pelaku yang berperan di dalam sebuah cerita.

Mudahnya, Point of View di dalam novel akan berperan sebagai cara si penulis menyampaikan cerita dan memandang atau menempatkan posisinya dalam sebuah cerita.

Pemahaman Aminudin ini pun senada dengan pemahaman menurut Atar Semi (1988:57-58).

Penjelasan dari Atar Semi memiliki makna sebagai titik kisah yang merupakan penempatan dan posisi pengarang dalam ceritanya.

Kedua pendapat dari masing-masing tokoh di atas pun membagi POV ke dalam beberapa bentuk yang mana bentuk ini akan bercabang lagi menjadi ragam macam POV di dalam novel.

POV

Macam-Macam Sudut Pandang (POV) di dalam Novel.

Makna dari Aminudin (1995:90) dan Atar Semi (1988:57-58) membuat POV terbagi ke berbagai macam.

Saat menentukan POV macam mana yang cocok untuk novel yang hendak ditulis; Sardjono (1992) memberikan masukan yang berbunyi …

… sudut pandang (POV) ditetapkan oleh penulis untuk pembaca dengan cara menyajikan karakter, tindakan, latar, dan peristiwa yang nantinya akan terbentuk menjadi narasi atau cerita di dalam karya fiksi.

Berikut ini Macam Sudut Pandang yang menyajikan karakter, tindakan, latar, dan peristiwa, sehingga dapat membentuk narasi atau cerita.

Sudut Pandang Pertama / POV 1 

Apa itu POV 1?  POV 1 merupakan sudut pandang yang dipilih penulis untuk mengisahkan kesadaran dirinya sendiri. 

Pertama, POV 1 atau Sudut Pandang Orang Pertama ini harus menggunakan kata ‘aku’ atau ‘saya’ sebagai peran utama.

Sudut Pandang orang pertama ini biasanya membangun perasaan seolah-seolah si pembaca mengalami hal serupa dengan tokoh utama, sebab menggunakan ‘aku’ sebagai pusat cerita.

Sudut Pandang Kedua / POV 2

Apa itu POV 2?  POV 2 merupakan sudut pandang yang dipilih penulis untuk memposisikan pembaca seakan-akan menjadi tokoh utama di dalam sebuah cerita.

Selanjutnya, POV 2 atau Sudut Pandang Orang Kedua ini biasanya menggunakan kata ganti orang seperti “kamu” atau “kau” sebagai tokoh sentra.

Sedikit yang menggunakan POV 2 di dalam novel. Namun, ada dua contoh novel dari luar negeri yang menggunakan Sudut pandang Kedua.

Karya Lorrie Moore bertajuk How to Become a Writer dan salah satu karya Ernest Hemingway berjudul Camping Out. Kedua novel tersebut menggunakan POV 2.

Sudut Pandang Ketiga / POV 3

Apa itu POV 3?  POV 3 merupakan sudut pandang yang dipilih penulis untuk memposisikan dirinya sendiri, seolah-olah tahu banyak hal yang terjadi di dalam keseluruhan isi cerita. 

Terakhir, di dalam POV 3 pada umumnya penulis menggunakan nama tokoh dan beberapa tokoh lainnya atau menggunakan kata ganti ‘dia’.

Pada Sudut Pandang orang ketiga; biasanya si penulis akan memposisikan diri berada di luar cerita. Tidak ada keterlibatan si penulis di dalam cerita. Segala hal yang terjadi, berdasarkan tindak-tanduk si tokoh yang di-ceritakan.

Macam-macam POV

Jenis-Jenis Sudut Pandang (POV) di dalam Novel.

Dari Macam Sudut Pandang di dalam Novel yang telah di atas. Macam-macam POV itu berkelompok lagi menjadi jenis-jenis yang berbeda. 

Pengelompokkan ini sesuai dengan perbedaan penggunaan POV seperti yang penjelasan macamnya di atas.

First Person Central. 

First Person Central berfokus pada kesadaran si tokoh utama. Hal-hal batin seperti pikiran, perasaan, perilaku, atau peristiwa yang tokoh utama alami sebagai “aku” atau “saya”, akan lebih banyak di dalam cerita. 

Sehingga, hal-hal seperti; pikiran, perasaan, dan hadapan si tokoh utama seakan-akan melibatkan pembaca ke dalamnya.

First Person Peripheral

First Person Peripheral berfokus pada pengalaman si tokoh ketika menceritakan sesuatu yang melibatkan perannya. Si tokoh “aku” atau “saya” hanya bercerita atau menceritakan saja.

Meskipun hanya menceritakan saja, si tokoh tetap sebagai tokoh utama karena lebih banyak menampilkan sosoknya di dalam cerita.

Sederhananya, kamu menceritakan sesuatu yang dialami oleh teman kamu ke salah satu teman kamu yang lain. Teman kamu yang mendengar cerita kamu, menganggap kamu sebagai tokoh utamanya.

Si ”aku” hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi cerita yang ditokohi oleh orang lain.

Objective

Objective merupakan bagian dari POV 3. Pada pengertian Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif ini si penulis tidak tahu dengan pemikiran dan perasaan si tokoh yang diceritakan.

Umumnya, POV 3 Objective ini lebih sering digunakan untuk karya tulis yang suka mengganti POV di pertengahan cerita hanya untuk menjelaskan hal-hal yang dirasakan dan dipikirkan si tokoh.

Objective Modification

Objective Modification hampir mirip dengan POV 3 Objektif. Perbedaannya, kamu sebagai penulis memang tidak tahu dengan pemikiran dan perasaan si tokoh, tapi kamu bisa menerka dan menebaknya.

Sama saja, POV 3 Objective Modification ini lebih sering muncul untuk karya tulis yang suka mengganti POV di pertengahan cerita hanya untuk membuktikan perkiraan dan menebaknya.

Serba Tahu / Pengamat

Sudut Pandang Serba Tahu di dalam novel membuat si penulis menjadi orang ketiga yang tahu semua kejadian terkait dengan protagonis dan tokoh lain di dalam cerita. 

Sudut pandang orang ketiga serba tahu ini pula juga sering disebut sebagai sudut pandang pengamat.

Sederhananya, kamu bagaikan Dalang Wayang Kulit yang menggerakan, mengetahui isi pikiran dan perasaan hati si Tokoh yang kamu ceritakan.

Terbatas

Karena terbatas, maka kamu sebagai penulis hanya mengetahui perilaku si tokoh  dengan mengamati atau dari melihatnya langsung, mendengar, mendalami, merasakan kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam cerita. 

Ibaratnya, kamu menceritakan seseorang yang kamu amati. Kamu hanya mengetahui hal-hal yang kamu dengar dan perhatikan saja. Namun, kamu tidak tahu dengan pikiran dan perasaan seseorang yang sedang kamu ceritakan itu.

Perspektif dalam Novel

Apa itu Perspektif di dalam Novel?

Perspektif memiliki makna lain sesuai bidangnya. Di artikel ini, kita akan membahas Perspektif di bidang kepenulisan novel.

Perspektif merupakan kata dari Bahasa Latin, yakni ‘perspicere’ yang bermakna ‘melihat, pandangan, gambar’.

Berdasarkan pemahaman dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Perspektif bermakna sebagai Sudut Pandang. Namun, pemahaman dari ahli mengatakan bahwa Perspektif itu merupakan cara pandang.

Seperti pendapat dari Sumaatmadja dan Winardit yang mengatakan, bahwa:

Perspektif adalah cara pandang dan cara berperilaku manusia dalam menanggapi suatu masalah atau kegiatan. Manusia selalu memiliki perspektif berbeda guna memahami sesuatu.

Kesimpulannya, Perspektif adalah sudut pandang untuk memahami atau memaknai permasalahan.

Di dalam novel, ada tiga macam perspektif yang dapat mempengaruhi cara pandang si tokoh sehingga mempengaruhi karakteristiknya dan membuat cerita kamu menjadi lebih realistis. 

Berikut ini, tiga macam perspektif di dalam novel.

Macam Perspektif di dalam Novel.

Perspektif berperan sebagi Character Development yang nantinya akan membuat tokoh kamu memiliki latar belakang, bertindak, dan berperilaku. 

Perspektif Fisiologi 

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Fisiologi memiliki makna sebagai fungsi dan kegiatan kehidupan. 

Dalam dunia Kepenulisan, fisiologi di dalam novel berfungsi sebagai cara pandang si tokoh terhadap kehidupannya; meliputi aktivitas dan kegiatannya sehari-hari.

Sehingga, hal ini mempengaruhi cara berpakaian, perilaku dan penampilan.

Perspektif Psikologi

Psikologi berkaitan dengan batin, termasuk jiwa dan mental. 

Dalam dunia kepenulisan, Perspektif Psikologi di dalam novel berfungsi sebagai cara pandang si tokoh yang mempengaruhi mental.

Dalam hal ini, kamu bisa membangun latar belakang si tokoh dengan melibatkan psikisnya dalam menanggapi sesuatu di masa lalu sehingga mempengaruhinya di masa sekarang.

Perspektif Sosiologi

Perspektif Sosiologi berkaitan dengan kehidupan masyarakat, struktur sosial, dan lingkungan si tokoh.

Dalam dunia kepenulisan, Perspektif Sosiologi di dalam novel berperan sebagai cara pandang si tokoh terhadap lingkungan masyarakat dan perannya di kehidupan sosial pun begitu pula sebaliknya.

Dengan begitu, perspektif sosiologi dapat membangun karakteristik tokoh yang berpengaruh dari lingkungan berdasarkan kebudayaan, kebiasaan, dan norma-norma yang berlaku di kehidupan sosialnya.

Kesimpulan POV dan Perspektif 

Sudut Pandang Novel

Sudut Pandang di dalam novel merupakan unsur penting yang harus ada. 

POV atau Point of View merupakan sudut pandang di unsur intrinsik yang perannya sebagai penyajian karakter, tindakan, latar, dan peristiwa yang nantinya akan terbentuk menjadi narasi atau cerita di dalam karya fiksi.

Sedangkan Perspektif merupakan sudut pandang di unsur ekstrinsik yang perannya sebagai cara pandang si karakter yang mempengaruhi tindakan, penampilan dan hubungannya dengan kehidupannya sendiri.

Buatlah Kerangka Novel untuk menyusun Character Development agar mempermudah proses menulis novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.